Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

Desaku Purwakarta
Rp. 0
Keranjang masih kosong.

Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

Artikel Terpopuler

AKSI HEROIK PRAJA MEMBANTU RENOVASI KANTOR KEPALA DESA BABAKAN SARI

Hari jum’at merupakan hari dimana desa Babakan Sari memiliki agenda rutin Jum'at bersih ,pada harini kegiatan jumat bersih melanjutkan program renovasi kantornya. Menurut kantor kepala desa yakni pa Yaya Sunarya program renovasi ini Sudah dimulai dari Bulan Juli. Dalam renovasi kantor kepala desa ini bertujuan membangun kantor kepala desa untuk lebih layak di huni karena sebelumnya banyak bangunan yang sudah mulai rusak dan juga bocor. Berbeda dengan Jum'at biasanya,Jum'at tanggal 8 September ini Desa BabakanSari mendapatkan bantuan dari para Hero yakni praja-praja yang tangguh dan sigap. Mereka datang membantu menyelesaikan renovasi kantor kepala desa yang rencananya harus diselesaikan pada bulan ini. Adapun para Praja ini membantu dalam mengecat dan melakukan tahapan finishing lainnya. Dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki harini sudah mencapai target 90 menurut Kepala Desa. "Diharapkan dengan adanya praja yang sedang melaksanakan kegiatan bhakti karya praja ini bisa membantu program-program Desa Babakan Sari agar bisa mempertahankan sebagai desa maju"Bapak yaya Sunarya

Kepala Desa Sambut Mahasiswa Praja IPDN Dengan Hangat Di Desa Babakansari

Tanggal : 6 September 2023 Desa Babakansari - Kepala Desa Babakansari, Bapak Yaya Sunarya, menyambut dengan tangan terbuka kelompok mahasiswa yang akan melaksanakan Bhakti Karya Praja (BKP) di wilayahnya. Kehadiran mahasiswa Praja IPDN angkatan XXXI di Desa Babakansari merupakan momen bersejarah bagi kedua belah pihak, karena akan menghasilkan sinergi positif untuk kemajuan desa tersebut. Dalam sambutannya, Bapak Yaya Sunarya menyampaikan rasa terima kasih dan kegembiraannya atas kehadiran para mahasiswa yang akan berkontribusi dalam pengembangan desa ini. "Kami sangat senang dan berterima kasih atas niat baik Anda untuk berpartisipasi dalam program Bhakti Karya Praja (BKP) IPDN. Kami yakin kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat kami dan memberikan pengalaman berharga bagi Anda," ujarnya. Selama periode Bhakti Karya Praja (BKP), mahasiswa akan terlibat dalam berbagai proyek yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan program-program kesejahteraan lainnya. Mereka juga akan berinteraksi dengan penduduk setempat untuk memahami kebutuhan dan potensi desa secara lebih mendalam. Kepala Desa juga menyediakan waktu untuk berbicara langsung dengan mahasiswa, mendengarkan ide dan saran mereka, serta berbagi visi tentang masa depan Desa Babakansari. Hal ini menciptakan semangat kolaborasi dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembangunan desa. Saat penyambutan tersebut, masyarakat desa turut hadir untuk memberikan sambutan hangat kepada mahasiswa. Para mahasiswa akan tinggal di Desa Babakansari selama dua Minggu dan diharapkan dapat memperkuat ikatan dengan masyarakat setempat. Program Bhakti Karya Praja (BKP) di Desa Babakansari tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun keterampilan sosial, kepemimpinan, dan empati. Ini adalah kesempatan bagi para mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam memajukan desa dan merasakan nilai-nilai gotong royong yang kuat yang ada dalam masyarakat Desa Babakansari. Dalam semangat kerja sama, mahasiswa Praja IPDN dan masyarakat Desa Babakansari bersama-sama berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak."

Didatangi Jurnalis, Operator Desa Diajarkan Teknik Menulis

PLERED-Kepala Desa se Kecamatan Plered berikut perangkat operator Desa se Kecamatan Plered mengikuti kegiatan sosialisasi pengelolaan Web Desaku di Aula Desa Plered Selasa (15/11). Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua DPK Plered H. Juber Jaelani beserta Kepala Desa se Kecamatan Plered lainnya dengan menghadirkan narasumber dari salah satu Jurnalis Purwakarta Adi Kurniawan Tarigan yang aktif dalam media online tvberita.co.id. Narasumber yang mengisi kegiatan tersebut memaparkan teknik dalam penulisan dalam mengisi informasi seputar desa yang nantinya bisa dipublish melalui Web Desaku yang dikelola langsung oleh operator desa. Selain itu juga teknik dalam penulisan yang berpedoman kepada 5W1H dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) menjadi salah satu hal yang tidak bisa lepas dalam membuat sebuah tulisan, sehingga informasi yang bisa dilihat melalui website menjadi sebuah tulisan dan informasi yang menarik.

TURNAMEN SEPAK BOLA "CAMAT PLERED CUP"

Babakansari. Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 77 tahun 2022, Muspika Kecamatan Plered menggelar turnamen sepak bola “CAMAT CUP” antar Aparatur Desa Se-Kecamatan Plered yang diprakarsai Karang Taruna Desa Babakansari bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Babakansari bersinergi dengan Polsek Plered dan Koramil, kegiatan tersebut bertempat di Lapangan Desa Babakansari serta dilaksanakan selama dua hari kedepan tercatat mulai hari sekarang Sabtu 20 Agustus 2022 sampai dengan hari minggu besok 21 Agustus 2022. Camat Kecamatan Plered Bapak Asep Sendjaya, S.IP berharap "Setelah selesai turnamen ini kembali ke kegiatan rutinitas dengan semangat dan tekad yang baru, semangat dalam membangun Kecamatan Plered". Adapun dipertandingan tersebut, pemerintahan Desa Babakansari selaku tuan rumah menang WO atas Pemerintahan Desa Rawasari dengan Skor 3 : 0. (Nono)

SUDAH LAMA TIDAK TUJUH BELASAN

      Babakansari. Sudah  dua tahun ke belakang Kecamatan Plered terutama negara kita Indonesia  terkena dampak wabah pandemi Virus Corona (Covid-19). selain negara, kita banyak pula negara negara lain yang sama sama terkena dampak wabah virus pandemi ini, sehingga kita di tuntut untuk membiasakan diri menjaga protokoler kesehatan di mulai dari menjaga jarak aman dengan membatasi ruang gerak (Social Distancing), wajib memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun serta berdiam diri di rumah. Hal ini mengakibatkan  melemahnya ekonomi  negara serta aspek aspek kehidupan di berbagai lini menjadi tidak stabil, melihat dari hal tersebut wabah virus pandemi ini berdampak serius bagi kehidupan dan perekonomian dunia, selain banyak memakan korban jiwa dimana mana untuk kegiatan kegiatan pun ikut di batasi seperti halnya yang menjadi sorotan waktu itu resepsi pernikahan banyak yang di bubarkan oleh Team Satgas Penanganan Covid-19 dan kegiatan hari besar pun ikut kena imbasnya juga seoerti hari besar islam dan hari besar nasiolnal yaitu peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia serta kegiatan belajar mengajarpun ikut di tutup sementara sampai waktu yang tidak bias di tentukan.       Dengan seiring berjalannya waktu lambat laun wabah virus pandemi ini tingkat penyebarannya semakin menurun itu juga tidak luput dari kerja kerasnya Team Satgas Penanganan Covid-19 dengan cara mewajibkan kepada seluruh warganya untuk wajib vaksin dari tingkat kota hingga kepelosok desa melalui program program pemerintah pusat. Alhamdulillah pada tanggal 17 Agustus 2022 sekarang kegiatan itu bisa terulang kembali kita bisa memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 dengan tema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”, sejalan dengan tema Hari Jadi Purwakarta dan Kabupaten Purwakarta ke 54 “Pulih Dan Bangkit Wisata Ekonomi Lestari Bumi Purwakarta Istimewa”, yang berlokasi seperti biasanya di Lapangan Sepak Bola Warungkandang, serta di hadiri dari berbagai element mulai dari unsur kepemerintahan Kecamatan Plered, Kapolsek, Koramil, Dewan Perwakilan Daerah, para Kepala Desa, mantan Kepala Desa, Bamusdes, Kader PKK, PGRI, seluruh sekolahan dari SD, SLTP hingga SLTA, Organisasi Masyarakat (Ormas)  serta warga masyarakat yang ikut dalam memeriahkan acara tersebut.       Ada yang berbeda dari beberapa tahun lalu Team Paskibra tahun sekarang pesertanya ada yang dari daerah Sulawesi yaitu tepanya di daerah Bulukumba yang saat ini sedang menuntut imu di MA Unggulan Al-Azhar Kecamatan Plered. Untuk Team Pasukan Pengibar Bendera Kecamatan Plered terdiri dari Pasukan 17 dan Pasukan 8, meliputi sekolah Sekolah yang ada di wilaya Kecamatan Plered diantaranya, SMKN Plered, SMAN Negeri 1 Plered, SMK Citra Bangsa, MA Al-Muthohhar, MA Al-Ma’arif, MA Unggulan Al-Azhar dan MA Al-Munawaroh, untuk petugas danton saudara Bagas Pratama siswa MA Unggulan Al-Azhar, pembawa baki saudara Lisna Zakiyatul Marwah Siswa SMAN 1 Plered, kemudian untuk team Pengibar, pembentang Bendera Merah Putih saudara Muhammad Agip Maulana siswa SMKN 1 Plered, untuk pengibar saudara Jaky Yuma siswa SMK Citra Bangsa dan Penggerek bendera saudara Muhammad Aditya Yudho Prasojo siswa SMKN 1 Plered serta Petugas Upacara Bendera Bapak Asep Sendjaya, S.IP Selaku Camat Kecamatan Plered sebagai Pimpinan Upacara dan Bapak Sersan Mayor Syarif Hidayat selaku  Komandan Upacara.         Kegiatan tersebut di meriahkan team paduan suara dari keluarga besar PGRI, Drum Band Al-Muthohhar, Drum Band SLTP N 1 Plered, Drum Band MTsN Assalam, peserta Jaipong, kendaraan hias, kreasi seni serta pembagian hadiah untuk pemerintahan desa yang yang selumnya diadakan dan di nilai oleh pihak Kecamatan Plered. Warga masyarakat Kecamatan Plered meluapkan kegembiraanya dengan mengikuti Defile Kebangsaan dengan cara berjalan kaki menuju kantor kecamatan Plered sambil bersorak gembira melmperlihatkan kreasi seni masing masing sebagai wujud rasa cinta tanah air kepada NKRI. Bapak Camat Kecamatan Plered Mengungkapkan dengan teks pidatonya sebagai amanat dari Bupati Purwakarta Ambu Ane Ratna Mustika Bahwa “Hari ini usia kemerdekaan Republik Indonesia tepat 77 tahun usia tersebut menunjukan kedewasaan jika kita melihat dari siklus hidup manusia, namun bagi sebuah bangsa dan negara usia 77 tahun masih termasuk belia maka kita ingin Indonesia tetap tegak berdiri”.       Bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang memiliki berbagai macam kebudayaan dengan latar belakang kesukuan, agama, etnik, maupun ras yang berbeda-beda. Bersatu dalam kemajemukan bukanlah hal yang sulit, karena bangsa Indonesia adalah bangsa suka mencari dan menyukai keselarasan serta keserasian. Justru perbedaan itulah yang membawa setiap individu memiliki rasa toleransi dan saling menghargai budaya masing-masing sehingga tercipta rasa kesatuan dan kesatuan sampai kapanpun. Dirgahayu Indonesiaku NKRI Harga Mati (Nono).